Pidato Tentang Kebersihan Sebagian dari Iman Singkat Beserta Dalilnya. Dok. Sobat Guru Penyemangat, bagaimana kisah belajarnya hari ini?Semoga senantiasa seru dan menyenangkan, ya. Namanya juga belajar, kadang-kadang kita lelah, bosan, penat, dan mengantuk. Walau begitu, tidak apa-apa, yang penting tetap jaga kok penat belajar pesannya malah jaga kebersihan?Hehe. Soalnya di sini bakal menyajikan contoh pidato tentang pidato tentang kebersihan sebagian dari iman singkat beserta dalilnya yang bisa dibacakan pada kegiatan sosialisasi atau bahkan teks langsung disimak saja, yaPidato Tentang Kebersihan Sebagian dari Iman SingkatAssalamu’alaykum Warahmatullah WabarakatuhAlhamdulillahi Hamdan Katsiran Kama Amar. Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah. Allahumma shalli ala Muhammad wa ala ali terhormat, Bapak/Ibu Kepala SD/SMP/SMA 000 Bengkulu beserta wakilnyaYang terhormat, Bapak/Ibu Kepala Tata Usaha beserta segenap karyawanYang terhormat, Bapak/Ibu Dewan GuruSerta, teman-teman seperjuangan yang saya banggakanAlhamdulillah, puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan kita berjuta-juta nikmat, terutama nikmat iman, sehat, dan kesempatan sehingga kita bisa berkumpul di tempat yang sejuk berbingkaikan salam kita sampaikan kepada Nabi akhir zaman, Muhammad SAW yang telah menuntun kita untuk mengenal cahaya Ibu, serta teman-teman yang kalian, seberapa penting kebersihan dalam kehidupan kita sehari-hari? Mengapa kita harus mandi minimal dua kali sehari, mengapa harus gosok gigi, dan mengapa pula kita harus berwudhu?Ternyata ada banyak pertanyaan yang terkait dengan kebersihan, ya. Karena pada dasarnya kebersihan itu adalah sebagian daripada iman. Dalam hadis dikatakan bahwa bersuci thaharah itu adalah setengah daripada berarti kita hanya cukup mencari setengah iman lainnya agar sempurna, bukan?Izinkan saya atas nama “Guru Penyemangat” untuk menyampaikan pidato singkat mengenai Kebersihan Sebagian dari yang saya banggakan, Sejatinya kebersihan itu begitu penting dan tidak bisa lepas dari kehidupan kita di sekolah kita diminta untuk mengelap kaca, mengepel lantai, menyapu ruang kelas, hingga membuang sampah pada tempat sampah, maka di lingkungan keluarga maupun masyarakat hal serupa juga rumah, kita pula harus rutin menyapu dan membersihkan semua ruangan. Jika tidak? Bersiaplah debu-debu akan bertamu, kecoa bahkan ulat bakal mengetuk pintu, dan rumah kita pun perlahan-lahan menjadi Sungguh tidak nyaman, bukan? Semakin keadaan rumah kita tidak bersih, semakin besar pula peluang diri untuk terserang penyakit. Jika sudah sakit? Semua rencana dan kenikmatan hidup kita bakal terganggu. Tak bisa belajar, tak bisa bersekolah, bahkan tak bisa dari itulah, hubungan kebersihan dan kesehatan itu laksana sepasang sepatu. Jika kita mengenakan sepatu hanya sebelah, apakah yang terjadi?Sepatu tidak akan berfungsi dan berperan sebagaimana ia dibuat. Dan jika kita berjalan dengan sepatu sebelah, kesempatan kaki untuk terluka makin membahana. yang saya banggakan;Berdasarkan pentingnya kebersihan yang sampai-sampai disandingkan dengan iman, bisa kita petik hikmah bahwa Islam itu mengajarkan setiap umatnya untuk hidup hanya sekadar buang sampah pada tempatnya, untuk mengerjakan sholat saja kita wajib tidak? Sholat tidak sah alias batal. Betapa Islam itu mengajak kita untuk hidup begitu, kebersihan tidak hanya cukup dari apa yang tampak saja melainkan kita pula wajib membersihkan apa yang tidak apakah sesuatu yang tidak tampak itu? Benar, dialah perasaan. Perasaan iri, dengki, sombong, takabur, merasa hebat, ingin pamer, dan sebagainya itu semua adalah penyakit yang membuat hati kita semakin ada sampah yang mengotori lantai, kemudian kita buang, maka selesai sudah kisahnya. Tapi jika hati yang kotor? Apa mungkin hatinya yang kita buang? HeheheMaka dari itulah, selain menjaga kebersihan lingkungan, kita pula wajib menjaga kebersihan hati dengan cara berbaik sangka, berpikir positif, memaafkan oran lain, serta yang paling utama adalah berzikir kepada Allah. Dengan begitu, kebersihan lahir dan batin akan kita Ibu, serta teman-teman yang saya banggakanKiranya demikianlah pidato singkat mengenai Kebersihan Sebagian dari Iman yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang berbahagia ini. Semoga bermanfaat untuk diri dan semua. Banyak maaf, saya akhiri;Wassalamu’alaykum Warahmatullah WabarakatuhPidato Kebersihan Sebagian dari Iman Singkat Beserta DalilnyaAssalamu’alaykum Warahmatullah WabarakatuhAlhamdulillah. Alhamdulillahilladzi arsala rosuluhu bilhuda wa diinil haq. Asyadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasulullah. Allahumma sholli ala sayyidina muhammad, wa ala alihi wasohbihi ajma’ terhormat, Bapak/Ibu Kepala SD/SMP/SMA 000 Bengkulu beserta wakilnyaYang terhormat, Bapak/Ibu Kepala Tata Usaha beserta segenap karyawanYang terhormat, Bapak/Ibu Dewan GuruSerta, teman-teman seperjuangan yang saya banggakanPernahkah kalian mendengar slogan “annadzofatu minal iman” yang artinya “Kebersihan sebagian daripada iman?”Rasanya kita semua sudah tahu bahkan hapal, ya. Hanya saja, perlu diketahui bahwa kalimat tersebut bukanlah hadis melainkan slogan atau kata-kata mutiara. Maknanya memang bagus dan harus kita terapkan sehari-hari, namun tidak boleh kita yakini sebagai hadis yang disandarkan kepada Rasullullah kesempatan kali ini, izinkan saya atas nama “Guru Penyemangat” untuk menyampaikan pidato mengenai Kebersihan Sebagian dari Iman beserta yang Saya banggakan;Dalam kehidupan sehari-hari, kebersihan adalah hal yang sangat penting. Kebersihan itu penting bukan hanya sebagai syarat untuk sehat, melainkan juga menjadi amalan yang bernilai hadis shahih riwayat Muslim yang mengatakan bahwa “at-thuhuru syatrul iimaan” yang artinya bersuci kebersihan itu setengah daripada yang sama “at-thuhuru syatrul iimaan” juga tertuang dalam Musnad Ahmad dan Sunan Ad Darimi. Dengan demikian, kalau ingin menyandarkan pentingnya kebersihan kepada Nabi maka kita bisa gunakan ketiga hadis di yang saya sayangi. Ternyata, Islam menempatkan kebersihan sebagai faktor penting bagi keimanan seorang hamba, alias bersuci di sini memiliki makna yang luas. Tidak hanya sekadar menyapu rumah, mengelap kaca, atau membuang sampah, kegiatan lain seperti mandi, tayamum, wudhu, tidak berkata-kata kotor, serta berperilaku rendah hati juga menjadi bagian dari sekali! Kebersihan jasmani dan rohani alias kebersihan lahir dan batin. Bukan hanya badan, sejatinya hati kita juga harus dibersihkan dari segala penyakit berfirman dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 222 “…innallaha yuhibbuttawabina wa yuhibbul mutatohhirin” yang artinya “…Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”Pada ayat tersebut, Allah menegaskan bahwa Dia mencintai orang-orang yang bersih alias senantiasa mensucikan caranya? Untuk kebersihan jasmani rasanya sudah kita terapkan sehari-hari seperti membuang sampah pada tempatnya, membersihkan pakaian, rumah, dan membersihkan najis yang menempel pada pakaian maupun kebersihan hati bisa kita pupuk dengan cara memaafkan orang lain, memaafkan diri sendiri, serta yang paling utama adalah dengan senantiasa berzikir, bertasbih kepada Allah serta membaca daripada itu, dalam Al-Quran Surah At-Taubah ayat 103 Allah memerintahkan kepada kita untuk senantiasa berzakat atas harta yang kita dapatkan guna membersihkan dan mensucikan begitu? Karena setiap harta yang kita dapatkan di bumi sebagiannya adalah milik orang yang berbahagia;Alhasil, kesimpulan yang bisa kita tarik kali ini yaitu; kebersihan itu meliputi kebersihan jasmani, kebersihan rohani, dan juga kebersihan harta. Mari senantiasa kita menjaga kebersihan seraya meningkatkan kualitas iman dan takwa kepada Allah Ibu, serta teman-teman yang saya banggakan;Demikianlah pidato yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang mulia ini. Banyak maaf, saya akhiri;Wassalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh**Demikianlah sajian Guru Penyemangat tentang contoh pidato kebersihan sebagian dari iman yang singkat dan lengkap. Untuk mengunduh dokumen PDF-nya, silakan klik tombol download berikutSemoga bermanfaat.
Maksud sabda Rasulullah SAW : “Kesucian sebagian dari pada iman” adalah a. Menjaga kesucian sama dengan menjaga iman b. Orang yang suci berarti imannya sempurna c. Orang yang tidak suci imannya kurang sempurna d. Orang yang tidak menjaga kesucian berarti tidak beriman 9. Menjaga kebersihan tempat ibadah dan lingkungannya adalah Yā ayyuhallażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilụ wujụhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥụ biru`ụsikum wa arjulakum ilal-ka'baīn, wa ing kuntum junuban faṭṭahharụ, wa ing kuntum marḍā au 'alā safarin au jā`a aḥadum mingkum minal-gā`iṭi au lāmastumun-nisā`a fa lam tajidụ mā`an fa tayammamụ ṣa'īdan ṭayyiban famsaḥụ biwujụhikum wa aidīkum min-h, mā yurīdullāhu liyaj'ala 'alaikum min ḥarajiw wa lākiy yurīdu liyuṭahhirakum wa liyutimma ni'matahụ 'alaikum la'allakum tasykurụn Artinya, Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan basuh kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air kakus atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik bersih; sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. Di dalam agama islam, terdapat dua jenis kebersihan. Yaitu kebersihan batin dan lahiriah. Kebersihan batin adalah pemurnian batin yang akan kita dapatkan dengan mengimani 5 rukun islam. Cara lain yang juga bisa kita lakukan adalah dengan menghindari dosa, perbanyak dzikir, dan hati yang bersih. Hati yang bersih adalah hati yang terhindar dari amarah dan dendam yang berlebihan, iri hati dan dengki, serta menyembah atau mengandalkan sesuatu dan seseorang selain Allah Subhanahu wa ta’ala. Kebersihan lahiriah adalah pemurnian tubuh yang bisa kita lakukan dengan cara wudhu, mandi, membersihkan gigi, menggunakan wewangian, menjaga kebersihan pakaian, dan menjaga kebersihan tempat tinggal, serta lingkungan sekitar. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “kunci shalat adalah kebersihan, permulaannya adalah takbir dan akhirnya adalah salam,” [Abu Daud]. . 193 17 106 285 160 76 479 278